Mengenal Apa Itu Pertanian Tadah Hujan dan Tahapannya

Pertanian tadah hujan merupakan salah satu metode pertania yang ada. Metode pertanian saat ini ada berbagai macam, salah satunya adalah metode pertanian tadah hujan ini metode ini mrupakan suat sistem pertanian yang memanfaatkan air hujan sebagai penyuplai utama pasokan air untuk lahan pertanian. Secara sederhana, metode pertanian ini merupakan suatu metode pertanian dimana tekniknya adalah swah yang menampung atau hanya memiliki sumber pengairan yang berasal dari air hujan saja.

Oleh karena itu sistem pengairannya juga tergantung pada turunnya hujan. Sawah tadah hujan biasanya mulai digarap oleh para pemiliknya ketika mulai musim hujan akan datang. Nantinya akan berakhir ketika musim hujan juga berakhir, hal ini dikarenakan sistem pengairan pada jenis pertanian ini hanya mengandalkan air hujan yang turun sebagai sumebr mata airng untuk mengairi lahan pertanian mereka. Lahan yang biasa digunakan sebagai lahan yang digunakan untuk pertanian jenis tadah hujan adalah yang berada disekitar pegunungan dan juga perkebunan ataupun hutan yang untuk mendapatkan sumber iar tergolong cukup sulit.

Pertanian tadah hujan menurut data yang ada merupakan salah satu lumbung panga terbesar yang ada setelah sawah irigasi yang biasanya ada di Indoensia. Tak tanggung bahwa terdapat sekitar 1,4 juta hektar lahan yang merupakan lahan sawah tadah hujan di Indonesia.

Dari kesulitan dalam mendapatkan sumber daya ai ini ternyata ada manfaat juga yang bisa dambil yaitu biasanya lahan swah tadah huja itu jarang sekali ada serangan hama karena penyebarannya bisa ditahan. Varietas tanaman yang ditanam di lahan sawah tadah hujan juga biasanya terbatas jadi tidak semua jenis tanaman bisa ditanam di tanah atau lahan dengan tipe seperti ini.

Pertanian tadah hujan dalam proses penanamnya memiliki beberapa tahapan proses yang harus dilalui diantaranya adalah :

Sistem pengolahan tanah

Sistem pengolah tanah metode pertanian sistem tadah hujan biasanya dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: yang pertama kali adalah pada saat musim kemarau atau setelah terjadinya hujan; yang kedua adalah ketika saat sudah menjelang masa tanam dilakukan.

Jenis Varietas

Berdasarkan data yang dihimpun dari Departemen Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian saat ini telah mengeluarkan beberapa jenis tanaman atau varietas yang tergolong unggul dan juga memiliki tingkat produksi yang cukup tinggi. Varietas yang disebutkan oleh badan litbang diantara lain adalah jenis tanaman Cibogo, Ciherang, Mekongga, Way Apo Buru, Cigeulis dan juga Widas.

sumber agribisnis.org

Metode Penanaman

Kegiatan menanam untuk lahan jenis tadah hujan baru bisa dilakukan apabila tingkat hujan sudah mencukupi batas yang disarankan yang mencapai dengan hitungan sampai 60 mm/decade.

Metode Pemupukan

Lahan yang digunakan untuk metode tanam sawah tadah hujan biasanya selalu kekurangan akan unsur hara yang banyak seperti lahan sawah yang memakai metode sistem irigasi. Maka dari itu lahan sawah dengan sistem tadah hujan biasanya akan membutuhkan lebih banyak pemupukan dan juga metode pemupukan yang baik.

Meminimalisir potensi hama dan penyakit

Pengendaian hama dibagi menjadi dua tahap. Yang pertama adalah saat pertumbuhan seara vegetatif, biasanya ada beberapa jenis hama yang selalu menyerang tanaman pada tahap ini yaitu jenis penggerek batang dan juga alat bibit. Kemudian yang kedua adalah pada tahap pertumbuhan lanjut, ada banyak sekali hama yang biasa menyerang tanaman pada tahapan ini seperti hama penggulung daun, penggerek batang dan juga hama pemakan. 

Panen dan Pasca Panen

Apabila masa panen tiba itu ditandakan biasanya saat padi sudah melebihi umur masak dilihat dari 95% gabah yang ada saat itu sudah berubah warna dan menguning. Umumnya umur panen lahan swah tadah hujan adalah sekitar 110-130 hari. Itulah tahapan yang biasanya dilakukan dalam melakukan sistem pertanian tadah hujan. Kunjungi juga jempolkaki.com untuk artikel menarik lainya.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: